Pahitnya hidup seumpama segenggam garam, tidak lebih tidak kurang., jumlah dan rasa pahit itu akan sama dan akan tetap sama. semua tergantung dari wadah yang kita miliki, kepahitan itu selalu berasal dari bagaimana kita menempatkan segalanya, dan itu tergantung dari hati kita.
Saat merasakan kegagalan dalam hidup, kepahitan dalm hidup, hanya ada satu hal yang harus dilakukan, lapangkanlah dada untuk menerima semua semua, luaskan hati untuk menampung semua kepahitan itu, luaskan pandangan pergaulan agar kita memiliki pandangan hidup yang luas. maka kita akan banyak belajar dari keleluasaan tersebut.
Hati adalah wadah itu, Perasaan adalah wadah itu, Kalbu adalah tempat menampung segalanya.
jadi, jangan jadikan hati kita seperti gelas, tetapi buatlah seperti telaga.
yang mampu menjadikan pahitanya garam dalam hidup menjadi manisnya hidup..
Saat merasakan kegagalan dalam hidup, kepahitan dalm hidup, hanya ada satu hal yang harus dilakukan, lapangkanlah dada untuk menerima semua semua, luaskan hati untuk menampung semua kepahitan itu, luaskan pandangan pergaulan agar kita memiliki pandangan hidup yang luas. maka kita akan banyak belajar dari keleluasaan tersebut.
Hati adalah wadah itu, Perasaan adalah wadah itu, Kalbu adalah tempat menampung segalanya.
jadi, jangan jadikan hati kita seperti gelas, tetapi buatlah seperti telaga.
yang mampu menjadikan pahitanya garam dalam hidup menjadi manisnya hidup..

0 komentar:
Posting Komentar